.... Para santri/siswa perlu dipersiapkan sejak dini dengan seperangkat ilmu dan keterampilan yang cukup untuk menyertai perkembangan kehidupan modern yang kian kompleks ....

TAUHID

Kitab Jawahirul kalamiyah (Thahir bin Saleh al Jazairi) - http://id.wikipedia.org/wiki/Tauhid 
Tauhid (Arab :توحيد), adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah.Tauhid menurut (salafi) dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari kalimat sahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim.

Kedudukan tauhid dalam Islam 
Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat merupakan syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

 Daftar Isi Kitab Jawahirul Kalamiyah
Pengertian Akidah Islam & Pengertian IslamRukun Islam & Rukum Iman

Dalil Al-Qur'an tentang keutamaan & keagungan tauhid

Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman:
"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut [826] itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya [827]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). " (QS An Nahl: 36)



"Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan" (QS At Taubah: 31)




"Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya.(2) Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.(3) " (QS Az Zumar: 2-3)
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus" (QS Al Bayinah: 5)








Perkataan ulama tentang tauhid

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: "Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa serta taat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah, musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Orang yang mentadabburi hal ini dengan sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini baik dalam dirinya maupun di luar dirinya" (Majmu' Fatawa 15/25)
Karena kenyataannya demikian dan pengaruhnya-pengaruhnya yang terpuji ini, maka syetan adalah makhluk yang paling cepat (dalam usahanya) untuk menghancurkan dan merusaknya. Senantiasa bekerja untuk melemahkan dan membahayakan tauhid itu. Syetan lakukan hal ini siang malam dengan berbagai cara yang diharapkan membuahkan hasil.
Jika syetan tidak berhasil (menjerumuskan ke dalam) syirik akbar, syetan tidak akan putus asa untuk menjerumuskan ke dalam syirik dalam berbagai kehendak dan lafadz (yang diucapkan manusia). Jika masih juga tidak berhasil maka ia akan menjerumuskan ke dalam berbagai bid'ah dan khurafat. (Al Istighatsah, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal 293, lihat Muqaddimah Fathul Majiid tahqiq DR Walid bin Abdurrahman bin Muhammad Ali Furayaan, hal 4)

Pembagian tauhid

Rububiyah
Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Al Quran surat Az Zumar ayat 62 :"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu". Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini sebagaimana firman Allah “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).“ (Ath-Thur: 35-36)
Namun pengakuan seseorang terhadap Tauhid Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi Rosululloh mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah: Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89).

Uluhiyah/Ibadah
Beriman bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya. "Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana" (Al Imran: 18). Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyahNya. Mengesakan Allah dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti salat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Dimana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Allah semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad: 5). Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Allah dan Rosul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta.


Asma wa Sifat

Beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya. Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah.


Pendahuluan Kitab Jawahirul Kalamiyah
Bismillahirrohmanirrohim
Segala puji bagi Alloh SWT tuhan semesta alam dan kepada Alloh SWT kita meminta pertolongan atas perkara dunia dan perkara agama dan semoga Alloh  SWT memberikan rahmatnya kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW yaitu menjadi nabi yangterakhir dan semoga Alloh juga memberi rahmatnya kepada keluarga nabi, sahabat nabi, dan semuanya. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali pertolongan Alloh SWT yang maha tinggi dan maha besar.


Pengertian Akidah Islam
العقيدة الا سلاميّه هي الامورالّتى يعتقد ها اهل الاسلام اى يجزمون بصحّتها 
ِAkidah Islam ialah;perkara-perkara yang diyakini oleh penganutnya, yakni mereka menetapkan kebenarannya.


Pengertian Islam
الاسلام هوالاقراربللسان،  والتصديق بالقلب بأن جميع ما جاء به نبيّنا محمّد صلّى الله عليه وسلّم حقّ وصدق
Islam ialah; Pengakuan dengan lisan, dan membenarkan dengan hati bahwa semua yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw adalah hak dan benar.
Rukun Islam ada 5
  1. Membaca dua kalimat syahadat; yaitu : اشهد انّ لااله الاّاالله واشهد انّ محمّدارسول الله 
  2. Mengerjakan sholat wajib dalam lima waktu (Shubuh, Dzuhur, 'Asyar, Maghrib, 'Isya)
  3. Memberikan zakat
  4. Berpuasa di Bulan Ramadhan
  5. Berhaji ke Baitulloh (Ka'bah di Makah) bagi yang sudah mampu dan perjalan dalam kondisi aman
Rukun Iman ada 6
  1. Beriman kepada Alloh SWT
  2. Beriman kepada Malaikat Alloh SWT
  3. Beriman kepada Kitab-kitab Alloh SWT
  4. Beriman kepada Para Utusan Alloh SWT
  5. Beriman kepada Hari Akhir (hari kiamat)
  6. Beriman kepada taqdir, baik taqdir baik maupun taqdir jelek semuanya dari Alloh SWT
Pokok terpenting iman kepada Alloh Swt; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Alloh Swt mempunyai sifat yang sempurna, dan Maha Suci Dia dari berbagai sifat kekurangan.
Perincian iman kepada Alloh Swt; ialah kita meyakini sesungguhnya  Allah Swt mempunyai sifat; wujud, terdahulu, kekal, berbeda dengan makhluk, berdiri sendiri, esa, hidup, mengetahui, kuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berfirman. Dan sesungguhnya Ia yang hidup, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat dan yang Maha Berfirman
Cara meyakini keberadaan Alloh Swt; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Allah Swt itu ada. Keberadaan Allah itu dengan Zat-Nya sendiri. Tidak ada satupun yang mengantarai-Nya. Dan sesungguhnya adanya Allah itu wajib. Mustahil kalu ditemukan bahwa Allah tidak ada.
Cara meyakini kalau Alloh Swt terdahulu; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Allah Swt itu Zat yang paling awal adanya (qadim). Ia sudah ada sebelum adanya segala sesuatu. Dan terasa mustahil Allah tidak ada sesaat pun sepanjang waktu. Dan sesungguhnya keberadaanya itu tidak ada permulannya.
Cara meyakini kalau Alloh Swt kekal; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Allah Swt itu kekal, dan kekekalan Allah itu tidak ada hentinya. Sesungguhnya ia tidak akan lenyap sama sekali, dan tidak akan ditemukan ketiadaan-Nya sesaatpun sepanjang waktu. 
Cara meyakini kalau Alloh Swt bebeda dengan makhluknya; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Allah Swt itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah Swt, baik dalam zat, sifat atau dalam perbuatan-Nya. 1) Berbeda Zat-Nya; sesungguhnya Zat Allah Swt tidak menyerupai makhluk-Nya dalam bentuk apapun. Maka segala yang dilihat atau terlintas dalam hati atau pikiran, maka Allah tidak seperti itu. Tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya. 2) Berbeda Sifat-Nya; dengan meyakini bahwa pengetahuan Allah Swt tidak menyerupai pengetahuan kita, kekuasaan-Nya tidak meyerupai kekuasaan kita, kehendak-Nya tidak menyerupai kehendak kita, hidup-Nya tidak menyerupai kehidupan kita, pendengaran-Nya tidak menyerupai pendengaran kita , penglihatan-Nya tidak menyerupai penglihatan kita, firman-Nya tidak menyerupai perkataan kita. 3) Berbeda Perbuatan-Nya; dengan meyakini sesungguhnya sesuatu apapun dari perbuatan makhluk-Nya tidak menyerupai perbuatan Allah Swt karena Allah Swt itu melakukan sesuatu tanpa perantaraan dan tanpa alat. Bila Allah menghendaki sesuatu cukup berfirman; jadilah, kemudian sesuatu tadi menjadi ada. Allah berbuat sesuatu pasti mempunyai kegunaan, karena sesungguhnya Dia maha bijaksana.
Cara meyakini kalau Alloh Swt berdiri sendiri; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Allah Swt itu tidak membutuhkan apapun dari segala sesuatu, pada tempat, tidak menetap, dan tidak sesuatu apapun dari makhluk. Sebaliknya, segala sesuatu butuh kepada-Nya.
Cara meyakini kalau Alloh Swt hidup; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Allah Swt itu hidup, dan hidup-Nya tidak seperti hidup kita. Karena hidup kita dengan perantaraan, seperti dengan peredaran darah dan bernafas, sedangkan hidup-Nya tidak dengan perantaraan apapun, dan Dia itu adalah terdahulu dan kekal. Menemukan kalau Alloh itu tidak ada adalah mustahil. Dan mustahil jika menemukan perubahan pada Zat Allah.
Cara meyakini kalau Alloh Swt Maha Esa; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Allah Swt itu Esa, tiada sekutu bagi-Nya, tiada yang menyamai-Nya, tiada yang menyerupai-Nya, tiada yang menyayangi-Nya, dan tiada yang menentang-Nya.
Cara meyakini akan keberadaan Allah Swt; yaitu dengan meyakini sesungguhnya Allah Swt itu mempunyai sifat maha mengetahui. dan Allah itu maha mengetahui segala sesuatu, baik yang dhahir maupun yang batin, mengetahui jumlah butir-butir pasir, jumlah tetesan air hujan, jumlah pohon, dan mengetahui yang rahasia maupun yang samar. Tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatu yang tidak tampak, sedangkan pengetahuan-Nya tanpa dengan dicari, bahkan Ia mengetahui segala sesuatu sejak jaman azali, yaitu sebelum terjadinya segala sesuatu.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamu'alaikum, dipersilakan untuk berkenan memberikan tanggapan komentar yang sekiranya menambah berbobot atas artikel-artikel di blog ini. Mohon maaf jika isi artikel ini dikutip/ dicopas dari berbagai sumber..